Tuesday, November 07, 2006

Kasan Besari




Hakikat seperti lagu yang tidak bisa diharmonisasikan dengan syariah walaupun syariah berasal dari hakikat dan tanpa syariah hakikat tidak akan pernah terwujud.

Surga bukanlah pancuran anggur, kumpulan bidadari atau pun keindahan lain tapi merupakan perjalanan terus menerus tanpa henti. Tidak takut akan kemurkaan neraka tapi tenggelam dalam cinta-Nya.
Penggalan kalimat diatas dari sebuah mahakarya sastra jawa, yang saya yakini betul. English editon buku ini di-launch di London sabtu kemarin. Tidak banyak yang tahu bahwa Kyai Kasan Besari berperan dalam penulisan buku ini. Karena itu namanya tidak pernah ada dalam credit tittle.
Awal syawal kemarin saya berkesempatan melihat makamnya. Juru kunci bercerita panjang lebar. Tapi dari dulu saya memang sudah tahu banyak tentang sejarahnya. He's my great grand father. Tapi ada yang dilupakan oleh juru kunci itu (atau memang dia tidak tahu) bahwa Kyai Kasan Besari adalah seorang raja yang memilih menjadi kyai. Walaupun dia dilumpuhkan namun dia tidak pernah dendam bahkan terus menerus menebar kebaikan.

29 comments:

Anonymous said...

Keep exploring, keep questioning, keep reflecting. I'll probably be travelling to the same path. Just hope that it was written in my big book of life.

lullu said...

I am, and I will, I hope that you do too

Anonymous said...

lulu,
Saya rasa kita bersaudara, walupun jauh. dulu almarhum ayah saya bilang "kita ini masih keturunan mbah kasan atau kyai kasan besari". dan memanga canggah saya berasal dari tegalsari.btw just intermezzo, nice blog.
Hermawan
Malang

Alex Ramses said...

Lullu, english edition dari buku karya hasan besari atau english edition sebuah buku yang di dalamnya memuat kata2 dari hasan besari? boleh kasih tau judul bukunya dan tahun terbitnya please?
Saya suka baca2 tentang sufisme.

Btw, yang anda maksud itu hasan besari Tegal sari Ponorogo? Anda tinggal di ponorogo?

lullu said...

Betul memang Kyai Ageng Kasan Besari dari Tegal sari(sesuai dengan lidah Jawa kami menyebutnya Kasan bukan Hasan. Saya tidak tinggal di Ponorogo tapi di Jakarta. Mengenai buku
rasanya kurang memungkinkan jika saya kasih infonya disini tp anda bisa email ke lulu@jakartamonorail.com. Akan saya jelaskan disitu.

NIP said...

Lullu, salam kenal.
disini mbah saya sering crita tentang kewaskitaan Kyai Kasan Basri (sebutan disini). beliau memang termasuk ulama yang luar biasa.

Anonymous said...

saya dari malang n sekarang tinggal di batam, dulu waktu kecil dan sekarang masih jadi pertanyaan besar dalam hidup saya " siapa sih khasan ulama / kasan besari karena tiap abis sholat n tiap acara khaul (ultah) nama tersebut selalu di sebut2 terutama di daerah gw tinggal di kepanjen malang n di tempat2 sodara2 gw di ponorogo, blitar, pokoknya ada sodara saya dari jalur ayah selalu di sebut nama itu, waktu gw smp, ada paman gw nunjukin suatu kitab berbahasa arab n jawa beserta ada semacam silsilah (saat lebaran n gw berkunjung ke rumah paman yang sekampung dengan kakek-nenek dari jalur bokap gw) trus dia bilang kalo kami masih keturunan bethoro kathong, gw jadi tambah bingung aja...semenjak gw dapet pelajaran sejarah budaya n sosiologi antropologi makin getol cari tau tapi gak ketemu jg..........
he.he.he.....
kalo ada yang tau kasih tau dong via arief_rex@yahoo.com

awin saun said...

Dari cerita orang tua dan kakek, buyut saya masih ada keturunan dari Bethoro Katong tetapi hingga saat ini saya masih mencari buku sejarah tentang hal tersebut diatas. Ada nggak yg bisa bantu saya tentang buku maupun catatan sejarah tsb.

Salam

Awinsaun@yahoo.co.id

www.fullspeed-nugie.com said...

lulu,
Kalau mengurut secara detail, banyak sekali yang menjadi saudara, mungkin saya salah satu di antaranya.

Tapi ada sesuatu yang lebih bernilai ketika anda menjembatani semua ini menjadi informasi yang beketerkaitan.

Semoga silaturahmi ini tetap terjaga dan bisa kita perkaya wacana di dalamnya.

Salam,
Nugie.

Email : fullspeed.nugie@yahoo.com
Y!M : fullspeed.nugie

Anonymous said...

dari kecil dulu, ibu saya yg selalu cerita kalo kami termasuk keturunan kyai kasan besari. sayangnya saat keluarga sy ke ponorogo utk berkunjung, sy ga ikut. sy juga sempet di kasih lihat daftar silsilah keluarga turunan langsung kasan besari dan nama ibu sy tercantum disana.alhalsil, pas td siang saudara dtg berkunjung lebaran, ibu ngebahas lagi ttg beliau. penasaran, langsung deh buka google utk tambah cari tau n ada alamat blog lulu. btw, tq atas tulisan2nya yg bikin sy makin tahu sejarah keluarga.

krisanti_kazan@yahoo.com

Anonymous said...

asw.saya termasuk keturunan kyai kasan besari lewat jalur kyai harjo besari.sekarang saya di jakarta, namun sebenarnya saya asli madiun.keluarga besar kami banyak yang berada disini.
sebenarnya tiap tahun ada reuni keluarga harjo besari,
bila lulu ato saudara2 yang lain pengen tahu lebih banyak, kirim aja email ke t3dy4n_uli@yahoo.com

rahman said...

banyak cerita mengenai kasan besari. saya pingin mendapatkan versi yang kira-kira paling benar berdasar buku kuno ataupun naskah arab jawi. kalo ada yang bersedia memberikan masukan data, hasil scanning buku, dll saya sangat berterimakasih.
Email: r_taufiq2004@yaho.com
Thanks.

Anonymous said...

oke

Anonymous said...

assalamu'alaikum konco2, tentang syekhuna Kasan Besari ana py data lumayan byk, tak dudoi sitek ya... kyai Kasan Besari putra dari kyai agung Muhammad Besari bin kyai Anom Besari asal Caruban Madiun, dalam usianya yang ke-100 beliau sedo dan meninggalkan 10 putra-putri dg 44 cucu entah dari brp dzaujah. soal hub. dg keraton surakarta beliau menantu Paku Buono IV, dan sejarah berdirinya desa Tegalsari serta pesantrennya konco2 bisa baca mjalah alitqon ed.7 terbitan Semarang..udah ya.. wassalam

Gunawan said...

Ass Wr WB

Perkenalkan nama saya Gunawan, saya dari malang Jawa Timur, ketika perhelatan hari raya Idul FItri th 2007, keluarga besar bapak saya dengan nama perkumpulan keluarga GOndo Sudirjo berkumpul seperti biasa, namun yang menarik minat saya waktu itu adalah adanya pembagian silsilah keluarga yang panjang, mungkin saya kurang aware akan silsilah keluarga, kerika perhelatan acara keluarga pada idul adha 2007, keluarga besar kami membahas leluhur kami yang ternyata merupakan keturunan dari Kyai Kasan Besari, Bulan Januari ini keluarga besar kami akan mengadakan ziarah ke makam leluhur di Ponorogo, saat ini kami sedang menyusun lagi silsilah lengkap dan buku sejarah dari keluarga sejak Kyai Kasan Besari, mohon bantuan untuk sharing info tentang Kyai Kasan Besari, untuk menambah perbendaharaan literatur kami,


terima kasih

salam
Gunawan
gunawan.saputra@trakindo.co.id

Gunawan said...

Ass Wr WB

Perkenalkan nama saya Gunawan, saya dari malang Jawa Timur, ketika perhelatan hari raya Idul FItri th 2007, keluarga besar bapak saya dengan nama perkumpulan keluarga GOndo Sudirjo berkumpul seperti biasa, namun yang menarik minat saya waktu itu adalah adanya pembagian silsilah keluarga yang panjang, mungkin saya kurang aware akan silsilah keluarga, kerika perhelatan acara keluarga pada idul adha 2007, keluarga besar kami membahas leluhur kami yang ternyata merupakan keturunan dari Kyai Kasan Besari, Bulan Januari ini keluarga besar kami akan mengadakan ziarah ke makam leluhur di Ponorogo, saat ini kami sedang menyusun lagi silsilah lengkap dan buku sejarah dari keluarga sejak Kyai Kasan Besari, mohon bantuan untuk sharing info tentang Kyai Kasan Besari, untuk menambah perbendaharaan literatur kami,


terima kasih

salam
Gunawan
gunawan.saputra@trakindo.co.id

Anonymous said...

yang penting bukan kita keturunan siapa, tapi siapa kita dan apa yang telah kita lakukan, demikian pesan dari Sayyidina Imam Ali as.

Pesan salah seorang keturunan beliau, "Jangan hanya membanggakan kealiman para leluhur kita. Para leluhur kita mengamalkan ilmunya. Ayah dan kakek kita orang yang saleh, orang yang alim. Sebagai anak kita tidak seperti ayah, sebagai cucu kita tidak seperti kakek."

lullu said...

Wah ini masalahnya bukan bangga atau tidak bannga. ini sebuah info aja. Ga perlu ditanggapi berlebih deh he he. Alhamdulillah kalau bisa jadi ajang silaturahim.

Arsyad Indradi said...

Berbahagialah bila tali silaturahmi itu selalu terikat erat.Salam kenal.

Anonymous said...

Berbahagialah bila tali silaturahmi itu selalu terikat erat.Salam kenal.

Arsyad Indradi

Anonymous said...

bisa minta info tentang anak turun beliau kyai ageng imam besari???? mohon yang punya kirim aja ke email iffansyah@yahoo.co.id ya....
thanks b4

Anonymous said...

Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Salam Silaturrahmi,

Pagi ini saat saya berangkat kantor bersama kakak saya, belia bilang Bud tolong carikan info tentang Kyai Hasan Besari, Alhamdulillah begitu saya buka di Google langsung ketemu Sdri Lulu.

Semoga ini awal yang baik dan mendatangkang berkah. Barang siapa yang menjalin siltarurahmi akan dipanjangkan umurnya dan dimudahkan rezekinya.

Anggap ini ajang silaturrahmi keluarga yang selama ini terserak dan terpencar, bahkan tidak saling kenal.

Tahun 1991 saya ke Tegalsari, Sholat di Masjid Pesantren, yang jadi Imam Kyai Pornomo, lalu ke Rumah Kyai Hasan Besari yang kuno besar, kosong, namun terawat bersih. Ada seorang yang menunggu sebagai penjaga. Saya sempat poto-poto di dalam rumah dan sempat poto pula dibalai-balai semacam dipan kuno atau singgasana ditengah rumah bagian tengah, saya tidak tahu persis. Sempat pula ke Rumha Kyai Pornomo dan Ke Langgar kecil terbuat dari kayu tempat Ronngowarsito sering berdoa dan berdzikir.Waktu itu masih bujang. Saya sempat batin (berdoa) calon istri saya kelak dari trah Kyai Hasan Besari ini. Alhamdulillah dengan izin Allah dengan jalan yang tak terduga sebelumnya, tahun 1994 saya dapat jodoh dan nikah dengan seorang trah Tegalsari. Saat ini dikaruniai dua anak yang sholeh dan cerdas-cerdas.

Semoga silaturahmi ini bisa lebih mendatangkan manfaat dan berdampak amal sholeh. Amin.

Untuk dapat menjawab keinginan saya dan kakak saya mohon dikirimiinfo lengkap tentang Kyai Kasan Besari (Hasan Bashari)

Winarno
budiwinarno@yahoo.com

Eko said...

mbak lulu,
saya juga dari keturunan kyai hasan besari dari garis putra nya kyai muhammad ibnu umar di banjarsari wetan, dagangan, madiun.

saya asli kelahiran banjarsari dan sekarang mencangkul di jakarta.

bila ada saudara2 sekalian yg masih ada keturunan kyai muhammad ibnu umar banjarsari silakan bergabung ke milis: banjarsari_wetan@yahoogroups.com

Salam

Eko
nugrohoed@gmail.com

Anonymous said...

dengan ini akan saya bantu anda dalam mengatasi ketidak tauhan atau kekurang jelasan dalam menelusuri kisah kisah para ulama besar karena penelusuran saya tidak hanya berdasarkan logika tetapi juga metafisika.tidak ada unsur komersil sama sekali,karena hidup ini bagi saya ...............dan lagi apa yang orang orang besar raih maupun kejar sayapun sudah merasakan yang mereka capai.makanya saya ingin berbagi dengan anda biar anda juga merasakan nikmat hidup di dunia ini tampa beban dan bisa mengatasi segala masalah dunia yang ada berdasar kanjeng nab SAW.dan hanmya mengharap ridho allah semata.

fahree said...

kata ortu, saya msh keturunan kyai kasan besari dari garis mbah imam besari makamnya di pulung ponorogo, sya sering i`tikaf di masjid tegalsari tiap mlm jum`at, selain beribadah juga ajang silaturahmi. Selain itu juga utk pembelajaran bagi diri kita ttg nilai2 luh seorang kasan besari yg jauh dari sifat-sifat materialistis dan lebih menonjolkan nilai2 spiritual

Anonymous said...

Kyai Anom Besari berputra 3 orang:
1. Kyai Khatib Anom
2. Kyai Ageng Mohamad Besari
3. Kyai Nur Shodiq

Kyai Ageng Mohamad Besari berputra 9 orang:
1. Nyai Abdurrahman
2. Kyai Jacub
3. Kyai Ismangil
4. Nyai. Tb Bochori
5. Kyai Iskak Coper
6. Kyai Chalifah
7. Kyai Ilyas >> ayahnya Kyai Kasan Besari
8. Nyai Moh Bin Umar
9. Kyai Zainal Abidin (raja Selangor)
wassalam
Agung (Jakarta)

H.Ahmad Saichudin said...

Asw. Saya sudah scan silsilah lengkapnya Kyai Ageng Muhammad Besari sampai RasuluLLah di blog saya. Silakan donwload. Bukan untuk membanggakan keturunan (ssesungguhnya saya berlepas diri dari yang demikian), tapi semata-mata utk menyambung silaturrahim karena RsuluLLah sendiri juga bersambaung keturunan sampai NabiyuLLah Ibrahim Alaihissalam. Kalau di runut dg yang di tulis Mas Agung Jkt sudah ketemu. Kalau saya dari jalur Kyai Ya'kub Hasan (di tulisan mas agung di tulis Jacub). kunjungi : http://ahmadsaichudin.blogspot.com

Wassalam, Ahmad S-Batam

Anonymous said...

Salam kenal Mba Lulu,
saya Wahyu mau tahu mengenai sejarah Kyai Kasan Besari, krn kata orang tua saya kami masih keturunan beliau, kakek & nenek saya di makam kan di makam keluarga sebelah mesjid Tegal Sari Ponorogo dekat makam Kyai Kasan Besari, krn saya beranggapan sebagai anak muda kita perlu mengetahui sejarah krn banyak anak muda sekarang yang melupakan sejarah dan silsilah keluarga, dan menurut saya itu penting. Kebetulan bp. saya orang Ponorogo & ibu saya dari Madiun.

Kira-kira saya bisa menghubungi mba Lulu atau mendapat Informasi mengenai Kyai Kasan Besari dimana ya?
Terima kasih sebelumnya.

Wahyu Hardianto
Jakarta

Boleh Bicara Apa Saja said...

Jeng lulu
perkenalkan saya penggemar kopi di ponorogo, kebetulan mempunyai buku sejarah karangan mbah Purnomo, dan kebetulan juga saya mempunyai foto Kyai ageng Mohammad Besari, bisa non liat di "Kopi Mbah Tekluk Ponorogo" di blog semacam ini juga, sayang foto yang saya rilis fotretan dari hp jadi kurang maksimal, namun saya akan berusaha menampilakn seperti gambar yang saya dapat seukuran A4, dan bila saja non lulu merespon ini email saya : renisumanti@yahoo.co.id
nanang_bunnan@yahoo.co.id