Thursday, March 09, 2006

Centhini-Cebolang


Saya baru saja membaca minggatnya cebolang seri centhini paling baru.


Gambar diatas memang tidak berhubungan langsung dengan cerita cebolang tapi kalau mau dihubung-hubungkan ya memang ada, penggambaran suasana kota-kota di Jawa pada abad XIX. Memang ironis buku Centhini ini diterjemahkan dari bahasa Perancis. Mungkin nanti kalo Centhini dipentaskan di Broadway orang baru ngeh. Kita selalu "nunggu" orang luar yang menemukan dan mempopulerkan.
Sebelum Cebolang, Amongraga diterbitkan terlebih dulu. Cerita yang menarik dalam episod ini adalah saat Amongraga dihukum oleh Sultan Agung karena dianggap menyebarkan ajaran sesat (yang mengingatkan saya pada Al-Halaj).Namun setelah kurungan yang membawa Amongraga dilarutkan ke laut terdengar suara " Sampaikan terima kasih saya pada Sultan Agung karena sekarang saya tidak perlu memanggul raga saya lagi".

4 comments:

nawhki@gmail said...

nice post ...
saya termasuk fans cebolang dan sampai sekarang lagi banyak mencari apapun tentang cebolang ... bahkan sedang mencoba merelease web cebolang. masih underconstruction ... tjebolang.tk regards, tjebolang

pawoko_klt said...

Hari-hari ini saya baru membaca serat centhini....susah banget karena banyak bahasa jawa yang sudah lepas dari diriku or...memang banyak bahasa yang belum saya dengar, sangat senang jika ada yang menterjemahkan centhini ke dalam bahasa lain...pasti akan saya cari buku itu, walaupun sebenarnya membaca karya aslinya juga menyenangkan walaupun agak njlimet salam pawoko@ui.edu

Sasongko Budi said...

Kok punya foto pasar jaman dulu gitu ya? Aneh dan menarik liat foto jaman dulu :)

lullu said...

he he ...keren ya fotonya? mirip lukisannya rembrant